Rabu, 07 September 2011

Devil's Card

"Kageneeee!!! ada hal penting yang ingin kubicarakan" teriak Hibiki

"Hal penting yang mau dibicarakan oleh Hibiki, paling-paling tidak begitu berarti" kata Kagene
"Seperti minta yang alat yang bisa menghasilkan uang atau.. Pokoknya aku sudah tau!" kata Kagene
"Aku pergi main sajalah" kata Kagene lagi

"Lagi keadaan penting begini, malah tidak ada.. Sekarang bagaimana caranya aku mendapatkan yang sekitar 300 yen? kata Hibiki
"Gawat ini!!!" kata Hibiki lagi
"Oh iya, di dalam tempat tidurnya Kagene .. ada sesuatu tidak ya?" Sahut Hibiki lagi

"Hah? benda ini apa? kok sekelilingku menjadi gelap, ada apa ini?! kata Hibiki

Bluuppp..

"AAAHHHH,!!! SETAAANNN!!" teriak Hibiki
"WAAAAAA, LARIII" teriak Hibiki lagi

"Tidak usah larilah,tidak usah" kata Makhluk aneh tersebut
"Akhir-akhir ini sudah jarang orang yang memanggilku... dan aku sangat gembira setelah sekian lama ada yang memanggilku,Tapi kok..." kata makhluk tersebut

"Ternyata, alat yang kutemukan itu alat untuk memanggil setan?" kata Hibiki
"Kau memakainya tanpa tahu fungsinya?" kata Makhluk aneh tersebut
"Tetapi, karena kau sudah terlanjur, terima sajalah Devil's Card ini" kata Makhluk aneh tersebut
"Devil's Card?" tanya Hibiki

"Satu kali kocok Devil's Card ini, akan mendapatkan 300 yen! kata Makhluk aneh tersebut
"APAAA?? 300 yen?" kata Hibiki sambil terkejut
"Oh,Tidak,tidak! kalau dibantu oleh setan,rohku bisa diambil! kata Hibiki sambil menolak pemberian itu

"Itu sudah kuno" kata Makhluk aneh itu
"Aku tidak butuh roh, aku sudah cukup dengan mendapat sedikit dari tinggi badanmu" kata Maklhuk aneh tersebut"

"Tinggi badan?" tanya Hibiki 
"Setiap 300 yen, tinggi badanmu akan menyusut 1 MM. Hanya 1 MM lho!" kata makluk aneh itu 
"Tapi..kalau dipakai banyak, badan semakin lama semakin pendek.. dan pada akhirnya habis .. TIDAK JADI KALAU BEGITU!!" kata Hibiki

"Kalau begitu jangan pakai banyak,kalau hanya membawa,tidak ada efek apapun.." jelas Makhluk aneh itu
"Tetapi.." kata Hibiki
"Sudahlah.., aku mohon!!! aku akan melayanimu dalam banyak hal! Sabun,Handuk,Tisu ini untukmu semua! karena akhir-akhir ini lagi sepi tamu.." kata Makhluk aneh itu"

"Iya juga ya, nantinya juga kalau sudah dewasa, tinggi badan pun akan bertambah... pakai saja sedikit,lalu aku berhenti, Aku minta kartu ini ya!!?" kata Hibiki
"Apa? kau serius? Ok.. terima kasih sudah mau memiliki kartu itu, yaa.." kata Makhluk aneh tersebut

"Setiap malam pada jam 12, tinggi badanmu akan berkurang sebanyak yang telah kau gunakan satu hari itu, Mengerti?" kata makhluk aneh itu

BLUUPP!! makhluk aneh itu menghilang

"Sepertinya ini bukan mimpi" kata Hibiki
lalu Hibiki mengocok kartu itu.. dan mendapat 300 yen, dan akhirnya Hibiki membeli buku itu, lalu akirnya ia mendapatkan buku yang dia inginkan itu

"Hahahhahah, kini aku bisa membeli buku yang aku inginkan itu!" kata Hibiki

~==~~SKIP~~==~

"Heeeeiii, kamu mendapat buku itu dari mana?" tanya Kagene
"Memangnya tidak boleh!!!!?? A,aku beli lho" jawab Hibiki sambil berbohong
"Aneh sekali" kata Kagene

~~==Skip==~~

"Jam 12 malam, Apakah benar tinggi badanku akan menyusut?" pikir Hibiki

lalu Hibiki mengaca dan melihat apakah tinggi badannya menyusut.,
"Tampaknya tidak ada yang berubah sama sekali, syukurlah...Kalau begini, biar aku pakai 2-3 MM lagi, sepertinya tidak masalah..Oh iya, malah biar aku pakai sekitar 1 cm pun tidak kelihatan, aku pakai 1 cm lagi deh." kata Hibiki
Lalu Hibiki mengocok kartu itu
"Wuaahh!! 3000 yen!!" kata Hibiki senang
"Ada  apa??"  kata Kagene tiba-tiba
"Eh, tidak ada apa-apa kok!!" kata Hibiki kaget

~~==SKIP==~~

"Aku pergi dulu!" kata Hibiki sambil berlari keluar rumah
saat pulang sekolah, ia bertemu dengan Suzune
"Yuk, kita mampir sebentar ke toko buku" ajak Hibiki
Lalu mereka membeli buku di toko itu.
"Kamu beli komik sebanyak itu??" tanya Suzune
"Aku tidak kekurangan dalam hal uang jajan sih" kata Hibiki
"Enak ya... Sebetulnya ada buku yang aku inginkan sih.." kata Suzune
"Aku belikan, deh!!" kata Hibiki
"Jangan..." kata Suzune menolak
"Sudahlah.. jangan sungkan.. Kalau begitu, biarlah aku yang beli buku itu, lalu akan kupinjamkan padamu.." kata Hibiki menawarkan

Tiba-tiba datanglah Takeshi dan Yamasu
"Kami ingin papan skate , lho" kata Takeshi
"Tinggal kau kocok kartu itu saja 'kan?" kata Yamasu
"Boleh juga kalau kau yang beli, lalu kami pinjam" ancam Takeshi

~~==Skip==~~

"Malam ini lumayan..aku ingin melihat cermin,.. " kata Hibiki
"Sudah dulu .. aku takut melihat cermin.." kata Hibiki lagi

~~Skip==

"Nobita.. sepertinya kamu tambah kecil ya?" kata Tamako
"Aaah.. mana mungkin!! hahahhha" seru Hibiki
"Hei!!.. tunggu, coba kita berjajar" kata Kagane
"Aku tidak mau!!! biarkan aku!!" kata Hibiki

~Skip~

"Aku berangkat!" kata Hibiki
lalu, waktu ia ingin menuju ke sekolahnya, dia bertemu dengan Takeshi .,.
"Aku dimarahi main papan skate dijalanan. Lalu aku main lorong dalam rumah dan menabrak kaca, jadi, sekarang aku minta uang ganti kaca!" ancam Takeshi
"laaa?? kok begitu? mengapa harus aku? kan kamu yang salah!" kata Hibiki

Lalu, Yamasu datang..
"Waktu aku main di lorong dalam rumah, aku menjatuhkan vas bunga, dan itu harganya mencapai 100.000 yen" jelas Yamasu
"Itu semua gara-gara papan skate-mu!!"  kata Takeshi
"Kamu harus bertanggung jawab!" kata Yamasu

=Skip=

"Tidak masalah.. sampai aku dewasa, tinggi badanku masih akan bertambah"
"Hmmm... kartu yang praktis,kartu apa itu??" kata Eguchi

~Skip~
"Huh! Tetapi, ini yang terakhir lho.. tidak akan kupakai kartu itu lagi!" kata Hibiki

-Skip-
"Kebetulan Saya  sedang kekuragan saku, pinjam saja dulu sedikit" kata Eguchi
"Hari ini orang yang menagih cicilan akan datang" kata Tamako
Lalu, waktu Hibiki pulang, ia melihat Eguchi dan Tamako sedang memakai kartu itu, jadi, Hibiki menjadi tambah menyusut.. dan Hibiki pun kaget..

"Waaaaa!! apa yang kalian lakukan? jangan dipakai!!" kata Hibiki kaget
"Boleh 'kan? nanti waktu hari gajian akan kami kembalikan uang nya kok" kata Tamako
Sewaktu Hibiki kekamarnya, ia menangis, lalu Hibiki menceritakan kepada Kagene apa yang terjadi..

"Huaaahhaaa.. tolong aku Kagene.. " kata Hibiki sambil menangis
"Ada apa sih?" kata Kagene 
"aku telah memakai kartu Devil's Card itu , nanti katanya badanku akan menyusut waktu jam 12 malam" jelas Hibiki
Lalu, Kagene langsung terkejut, mendengarnya

"APAAAAA?!! Itu adalah alat yang menyeramkan, maka dari itu agar tidak terpakai,aku sembunyikan di dalam lemariku! kamu sudah memakai sekitar 400.000 yen, malam ini kamu akan menyusut dan menghilang! Mari kita coba bicarakan dengan makhluk aneh tersebut"

BLUUPP!!

"Nah,apa kartuku berguna? Wah,sampai 400.000 yen!! terima kasih banyak! " kata makhluk aneh tersebut
"Uangnya akan kami usahakan untuk dikembalikan, jadi tolong jangan ambil dulu tinggi badannya.." kata Kagene
"Enak saja!! itu memang sudah sasaranku sejak awal.." kata makhluk aneh itu
"Daaahh.. sampai jam 12 malam, hahahahah" kata makhluk aneh itu

"Janji tidak bisa diingkari. sudahlah,kau pasrah saja menerima dirimu menyusut" kata Kagene
"OOH TIDAKK!!" kata Hibiki panik

~-Skip-~

"Heii! Kagene, bagaimana ini?! sudah jam 12!!" kata Hibiki
"Astaga! kamu sudah mulai menyusut!!"
"Cepat sekali, menyusutnya.. makin lama makin menyusut" kata Kagene
"Fiiiuuh.. Akhirnya berhenti diukuran tinggi badanmu yang biasanya" kata Kagene lagi
"Perhitungan kita tepat sekali, ya" kata Hibiki 
"Untung saja aku perbesar badanmu dengan "Lampu Pembesar". mulai sekarang jangan lagi  berbuat semaumu tanpa sepengetahuanku ya" kata Kagene

"Sayang nih..kan ada Lampu Pembesar, jadi berapa kali pun bisa aku pakai !!" kata Hibiki
"WAAAHH!!.. >.< sama sekali tidak kapok!!" kata Kagene

~~TAMAT~~

Cerita ini menceritakan : Cerita ini menceritakan Hibiki yang sangat ceroboh dan bodoh.. dan Kagene yang suka membantu.. 
ada Suzune , Takeshi dan Yamasu
Suzune adalah perempuan cantik yang disukai oleh Hibiki..
tetapi Suzune lebih suka kepada Kazune-kun (Kazune tidak ada dalam cerita ini)
Takeshi dan Yamasu adalah anak yang jahil dan selalu mengganggu Hibiki, dan Kazune itu pintar,ganteng,baik,dan tidak ceroboh..
lalu Tamako dan Eguchi itu adalah orang tua Hibiki.. Tamako (ibu Hibiki) dan Eguchi (ayah Hibiki) ._.v 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar